Selasa, 14 September 2010

"Stop Gertak Parpol Koalisi dengan Reshuffle"

Wakil Ketua DPR Anis Matta, Priyo Budi Santoso & Pramono Anung
VIVAnews - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Anis Matta, menilai munculnya isu reshuffle kabinet merupakan sekedar provokasi. Sebab sudah jelas bahwa persoalan reshuffle merupakan kewenangan presiden, tetapi yang melontarkan wacana reshuffle itu justru bukan presiden.
"Reshuffle ini masalahnya adalah yang punya hak tidak ngomong tapi yang tidak punya hak yang ngomong. Itu masalahnya," kata Anis di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa 14 September 2010.
"Yang punya hak reshuffle kan presiden, presiden tidak pernah ngomong," tambah Anis yang juga adalah Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera itu.
Dalam hal ini Anis menekankan agar jangan lagi isu reshuffle dijadikan senjata untuk menekan partai dalam koalisi. "Berhentilah menggunakan reshuffle sebagai alat gertak kepada partai koalisi," ujar Anis.
Anis juga menyatakan metodologi penilaian yang dilakukan oleh Tim Unit Kerja Presiden Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4), yang dipimpin Kuntoro Mangkusubroto,  dalam evaluasi kinerja kabinet cacat di sana-sini. "Kinerja kabinet yang dinilai oleh UKP4, itu sebenarnya mengandung cacat dalam metodologinya," kata Anis.
Sebab, lanjut Anis, evaluasi tiap dua bulan atas program kerja yang diajukan oleh menteri tidak deteil dan lengkap. Mengapa sebuah program  yang direncanakan para menteri bisa dieksekusi dan tidak bisa dieksekusi. Ada program yang tidak terlaksana, lanjutnya, "Karena persoalan anggaran dan itu jelas bukann salah menterinya."
Anis menambahkan bahwa  sebuah kasus  atau masalah yang sanga menonjol  dalam sebuah kementerian sebaiknya  jangan  dipakai untuk menilai kinerja kementerian itu secara  keseluruhan. Apalagi jika kasusnya itu bermuara atau berkaitan dengan departemen lain. "Seperti kasus Pak Marty Natalegawa,  kasus yang sebenarnya tidak diciptakan oleh departemennya, tapi oleh departemen lain, cuma memang berhubungan dengan departemennya," kata Anis.
Pada akhirnya, menurut Anis, semua kinerja kabinet adalah berangkat dari koordinasi presiden. "So, ask the president," kata Anis.
Semua Berita tentang Reshuffle Kabinet

Tidak ada komentar: