| Kerugian Kerusuhan Buol Ditaksir Rp1,4 Miliar |
Buol, Sulteng (ANTARA) - Kerugian materil akibat kerusuhan di Buol, Sulawesi Tengah, yang menewaskan delapan orang warga sipil dan melukai puluhan orang lainnya itu ditaksir mencapai Rp1,4 miliar.
"Kita sudah mendata berbagai kerusakan dan memperkirakan nilainya sekitar Rp1,4 miliar," kata Kepala Bidang Humas Polda Sulteng, Kompol Kahar Muzakkir, di Buol. Minggu.
Kerugian itu dihitung dari sejumlah fasilitas kepolisian di daerah ini banyak yang dirusak oleh amukan massa yang tidak terbendung.
Semisal, kantor Polsek Momunu beserta asrama polisi di kecamatan yang jaraknya sekitar sembilan kilo meter dari pusat kota hangus beserta isinya.
Selain itu, dua rumah anggota polisi beserta isinya yang bertempat di Kelurahan Leok I juga hangus dilalap api saat massa mengamuk pada tanggal 2 September 2010.
Begitupun juga dengan barang-barang elektronik sejumlah anggota polisi contohnya televisi, radio, pemanas nasi, kulkas serta tempat tidur juga dibakar oleh massa.
Belum lagi belasan motor polisi, dua diantaranya motor dinas propost dan patroli jalan raya (PJR) juga ikut dibakar saat massa melakukan blokade jalan untuk menghalangi bantuan polisi pengamanan dari Polda sulteng saat hendak memasuki Buol.
Saat ini situasi dan kondisi serta aktifitas masyarakat di Kabupaten Buol tiga hari pasca konflik sudah mulai berangsur pulih seperti hari-hari sebelumnya.
Tidak nampak lagi ada konsentrasi massa yang memicu kerusuhan seperti yang terjadi pada awal bentrok warga dan aparat kepolsian setempat pada tanggal 1-2 September 2010.
Aktifitas perdagangan di pusat-pusat perbelanjaan di Buol juga sudah berangsur pulih.
Saat ini pengamanan polisi di Buol dilakukan oleh ratusan personil polisi baik dari Brigadir Mobil (Brimob) Kelapa Dua, Depok, berjumlah dua SSK, satu SSK Brimob Sulteng, satu peleton Polres Tolitoli dan Polres Buol.
Ratusan aparat itu disebar untuk melakukan pengamanan di disejumlah titik yang ada di Buol, terutama di pusat kota lokasi terjadinya bentrok polisi dan warga.
Polisi yang didatangkan untuk membantu penjagaan dan pengamanan juga di tempatkan Polsek-polsek yang ada di 11 Kecamatan yang ada di daerah ini.
Saat ini sudah delapan orang yang tewas dan delapan orang yang telah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Undata Palu, untuk mendapatkan perawatan intensif, karena fasilitas yang ada di RSU milik pemerintah itu belum memadai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar